Puisi Seorang ‘Adik’


Kerasnya hidup dapat membuat seseorang menjadi lebih tegar dan kuat. Namun kerasnya hidup juga dapat membuat kelembutan hati terlupakan. Dan hanya dengan kasih sayanglah kelembutan itu dapat hadir kembali.

Seorang wanita muda tionghoa, yang telah mengalami kerasnya hidup, menikah karena faktor ekonomi dan mempunyai seorang putri dalam usia yang relatif muda, yang akhirnya memutuskan  berpisah dari suaminya dan putri tercintanya, yang kini harus bekerja keras untuk menghidupi diri dan mimpi-mimpinya, mengirimkan puisi ini untuk seorang lelaki jakarta yang ga bisa apa-apa. Saat itu kebersamaan dan kasih sayang yang ada telah membuat mereka bagai saudara.

  • Indahnya pagi ini…
  • Indahnya kasihmu…
  • Senyum bahagia bukanlah kenangan…
  • Tapi bumbu menu makanan sehari-hari…
  • Betapa indah senang sayang mu..
  • Wahai kanda ku,..

Puisi ini dikirim dari batam ke tanjung balai karimun lewat sms tertanggal 17 maret 2005, jam 07.41

Iklan

One comment on “Puisi Seorang ‘Adik’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s