Catatan Puisi Ayahku – Sebatang Pohon Tua


DSC00140

dulu aku pohon perkasa……
yang tumbuh di sudut desa……
kini………….
masa menggerogotiku
hujan badai menghantamku…..
kini………….
aku sebatang pohon tua…..
yang tumbuh di sudut desa….. menanti usia…….
jauh….
jauh di hadapanku……
dalam pelukan semesta…..
tersaruk saruk anak manusia
memberi hidup…..
ladang ladang susah……
benih bunga liar berkecambah…..
perlahan tapi pasti………………
kini…….
aku tersenyum…….
dia tersenyum……..ceria menapak langkah……
dunia dalam genggamannya.

msb234

*****

catatan: catatan puisi ini ada dalam note ayahku di Facebook, tertanggal ‘Saturday, 30 May 2009 at 23:56’.

Iklan

2 comments on “Catatan Puisi Ayahku – Sebatang Pohon Tua

  1. turut hadir menyimak, apakah itu jg menggambarkan kegalauan masa tua? semoga semu amensyukuri masa tua dgn karya2nya di masa muda 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s